Sabtu, 04 Juli 2026

Tutorial Implementasi Keamanan Aplikasi Jasa Cuci Berbasis PHP Menggunakan XAMPP, MySQL, dan VirtualBox


Belajar keamanan aplikasi web tidak harus rumit. Pada tutorial ini, kita akan mengamankan aplikasi Jasa Cuci berbasis PHP secara bertahap, mulai dari menjalankan XAMPP, menghubungkan database, mengamankan password, hingga melindungi file aplikasi. Jadi, cukup ikuti setiap langkahnya dan mari kita mulai!

Tutorial Implementasi Keamanan Aplikasi Jasa Cuci Berbasis PHP

Langkah 1 – Menjalankan XAMPP

Sebelum mulai, pastikan XAMPP sudah terinstal di komputer. Buka XAMPP Control Panel, lalu klik tombol Start pada layanan Apache dan MySQL. Jika berhasil, kedua layanan akan berubah menjadi warna hijau. Ini menandakan server lokal dan database sudah aktif sehingga siap digunakan.


Menjalankan layanan Apache dan MySQL pada XAMPP.


Langkah 2 – Membuat Folder Project

Selanjutnya, buka folder instalasi XAMPP dan masuk ke direktori:
C:\xampp\htdocs

Buat folder baru dengan nama jasa. Folder ini akan menjadi tempat menyimpan seluruh file aplikasi yang akan dijalankan melalui localhost.




Membuat folder project jasa pada direktori htdocs.







Langkah 3 – Membuka Project di Visual Studio Code

Setelah folder project dibuat, buka Visual Studio Code, kemudian pilih File → Open Folder dan arahkan ke folder jasa. Dengan begitu, kita bisa mulai mengelola dan mengedit seluruh file aplikasi dalam satu workspace.







Membuka folder project menggunakan Visual Studio Code.








Langkah 4 – Mengatur Koneksi Database

Agar aplikasi dapat berkomunikasi dengan database, buka file koneksi.php. Pastikan informasi seperti host, username, password, dan nama database sudah sesuai dengan konfigurasi MySQL yang digunakan.





Konfigurasi koneksi database pada file koneksi.php.






Langkah 5 – Menambahkan Password Database

Sebagai langkah awal pengamanan, tambahkan password pada akun database yang digunakan. Setelah itu, jangan lupa memperbarui nilai password pada file koneksi.php agar aplikasi tetap dapat terhubung ke database.





Menyesuaikan password database pada file koneksi.php.







Langkah 6 – Mengamankan Password Pengguna

Berikutnya, buka phpMyAdmin dan masuk ke tabel user. Password pengguna akan diubah menggunakan fungsi MD5, sehingga tidak lagi disimpan dalam bentuk teks biasa. Dengan cara ini, keamanan data login menjadi lebih baik.




Mengubah password menggunakan fungsi MD5.








Langkah 7 – Menguji Login Aplikasi

Setelah konfigurasi selesai, buka browser dan akses aplikasi melalui:
http://localhost/jasa



Halaman login aplikasi.



Dashboard setelah berhasil login.



Langkah 8 – Mengamankan File Aplikasi

Selain mengamankan database, file aplikasi juga perlu diberikan perlindungan. Buka Command Prompt, masuk ke folder project, kemudian gunakan perintah attrib +R untuk memberikan atribut Read Only pada file yang ingin diamankan.



Memberikan atribut Read Only pada file menggunakan Command Prompt.




Langkah 9 – Menambahkan Virtual Drive Baru

Setelah proses pengamanan aplikasi selesai, langkah berikutnya adalah menambahkan Virtual Hard Disk (Virtual Drive) pada Oracle VirtualBox. Penambahan virtual drive ini bertujuan untuk menyediakan media penyimpanan tambahan pada mesin virtual, sehingga dapat digunakan untuk menyimpan data atau melakukan simulasi pengelolaan storage dalam lingkungan virtual.

Buka Oracle VirtualBox, kemudian pilih mesin virtual yang akan digunakan. Selanjutnya klik tombol Settings, lalu masuk ke menu Storage. Pada bagian Controller: SATA, klik ikon Add Hard Disk untuk menambahkan media penyimpanan baru.





Membuka menu Settings → Storage pada Oracle VirtualBox.






Langkah 10 – Membuat Virtual Hard Disk

Setelah memilih Add Hard Disk, akan muncul jendela baru. Pilih opsi Create untuk membuat virtual hard disk baru.

Kemudian tentukan jenis file hard disk yang akan digunakan. Pada tutorial ini digunakan format VDI (VirtualBox Disk Image) karena merupakan format bawaan VirtualBox dan kompatibel untuk kebutuhan praktikum.

Selanjutnya tentukan kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan, kemudian klik Finish untuk menyelesaikan proses pembuatan virtual hard disk.





Proses pembuatan Virtual Hard Disk baru.








Langkah 11 – Verifikasi Virtual Drive

Setelah proses pembuatan selesai, kembali ke menu Storage pada VirtualBox. Pastikan virtual hard disk yang baru dibuat sudah muncul di bawah Controller: SATA.

Jika nama virtual hard disk telah tampil pada daftar storage, berarti proses penambahan virtual drive berhasil dilakukan dan siap digunakan oleh sistem operasi virtual.




Virtual Hard Disk berhasil ditambahkan pada Controller SATA.




Langkah 12 – Membuktikan Penyimpanan Tambahan Aktif

Langkah terakhir adalah memastikan bahwa virtual drive benar-benar dikenali oleh sistem operasi yang berjalan di dalam mesin virtual.

Jalankan mesin virtual, kemudian buka menu pengelolaan disk sesuai sistem operasi yang digunakan. Pada Windows, kamu dapat membuka Disk Management dengan menekan Windows + R, kemudian ketik: 

diskmgmt.msc

Apabila virtual drive berhasil terdeteksi, akan muncul sebuah disk baru dengan kapasitas sesuai yang telah dibuat sebelumnya. Jika disk masih berstatus Unallocated, lakukan proses Initialize Disk, kemudian buat New Simple Volume, format menggunakan sistem file NTFS, dan berikan drive letter. Setelah proses selesai, drive baru akan muncul pada File Explorer dan siap digunakan sebagai media penyimpanan tambahan.




Virtual drive berhasil dikenali dan aktif sebagai penyimpanan tambahan



Selamat! Seluruh proses implementasi keamanan pada aplikasi Jasa Cuci telah selesai dilakukan. Mulai dari menjalankan lingkungan pengembangan menggunakan XAMPP, menghubungkan aplikasi dengan database, mengamankan password pengguna menggunakan MD5, memberikan perlindungan pada file aplikasi, hingga menambahkan dan memverifikasi virtual drive di Oracle VirtualBox. Dengan mengikuti setiap langkah pada tutorial ini, kamu telah mempelajari dasar-dasar pengamanan aplikasi web sekaligus memahami cara menyiapkan media penyimpanan tambahan pada lingkungan virtual.